Keuangan Mega Proyek OBOR Tiongkok “Kritis”, Hutang Negara Peserta Menumpuk! Fakta-fakta Ini Terjadi. Bagikan …..

17 April 2018
9 Views

oleh Qin Yufei

Menurut berita yang disampaikan oleh bankir senior Tiongkok dan peneliti pemerintah, Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (One Belt One Road – OBOR) pemerintah Tiongkok sedang menghadapi tantangan keuangan yang serius.

Media Hongkong ‘South China Morning Post’ pada Kamis (12/04/2018) melaporkan bahwa, mantan Bank Ekspor-Impor Tiongkok Li Ruogu dalam sebuah forum diskusi yang diselenggarakan di kota Guangzhou mengatakan, kebanyakan negara peserta di kawasan sepanjang jalur OBOR tidak memiliki dana untuk membayar proyek-proyek yang mereka ikuti.

Dia mengatakan bahwa banyak negara hutangnya sudah menumpuk dan mereka lebih membutuhkan investasi swasta.

Buruh berjalan melalui Pelabuhan Gwadar di Pakistan, sebuah proyek infrastruktur bernilai miliaran dolar yang telah diinvestasikan Tiongkok, sebagai bagian dari prakarsa ‘One Belt, One Road’ yang terakhir. (Amelie Herenstein / AFP / Getty Images)

Rasio kewajiban dan rasio utang rata-rata dari negara-negara tersebut masing-masing sudah mencapai 35% dan 126%. Jauh lebih tinggi dari garis peringatan yang diakui secara global 20% dan 100%.

“Membantu mereka mengumpulkan dana demi pengembangan negara-negara ini adalah tugas yang sangat sulit” kata Li Ruogu.

Wakil direktur Pusat pengembangan dan Penelitian Dewan Negara Wang Yiming di forum itu mengatakan, meskipun banyak proyek OBOR didanai oleh lembaga keuangan besar, tetapi masih ada kesenjangan dalam pendanaan yang besarnya sekitar 500 miliar Dolar AS setiap tahunnya.

Wang Yiming mengatakan bahwa rasio utang dari utang dari negara-negara peserta proyek OBOR sudah menumpuk.

Negara Peserta berangsur-angsur membatalkan proyek

Bulan Desember tahun lalu, hanya dalam beberapa pekan saja, Pakistan, Nepal dan Myanmar membatalkan perjanjian proyek pembangkit listrik tenaga air dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Ini semua merupakan proyek bagian dari inisiatih Satu Sabuk Satu Jalan Tiongkok.

Para kepala negara dan pejabat menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Forum OBOR Beijing, Tiongkok pada 15 Mei 2017. (Thomas Peter-Pool / Getty Images)

Meskipun ketiga negara tersebut di balik pembatalan proyek memiliki alasan politik dan ekonomi yang berbeda, tapi faktor umum adalah bahwa negara-negara belum berkembang ini semakin sadar bahwa menyenangkan Tiongkok komunis dengan membangun proyek-proyek infrastruktur besar hanya akan membuat mereka membayar harga yang sangat tinggi.

Menurut laporan media setempat, Ketua Water and Power Development Authority Pakistan Muzammil Hussain memberitahu Komite Akun Publik di parlemen Pakistan bahwa perusahaan Tiongkok yang terlibat dalam proyek OBOR menghendaki negara peserta menyediakan dana untuk pembiayaan yang kondisinya sangat keras, termasuk menjaminkan bendungan yang sedang dibangun atau bendungan lama kepada mereka.

Dan jika sampai negara peserta tidak mampu membayar utangnya, negara debitur wajib menyerahkan aset proyek kepada negara kreditur yakni Tiongkok.

Para pekerja Pakistan dan Tiongkok duduk di atas ekskavator ketika mereka meninggalkan terowongan yang baru dibangun di Lembah Gojal, Pakistan utara, pada 25 September 2015. Proyek ini merupakan bagian dari One Belt, One Road initiative yang ambisius dari Tiongkok. (Aamir Qureshi / AFP / Getty Images)

Bulan Desember tahun lalu, Sri Lanka secara resmi menyerahkan pelabuhan strategis Hambantota kepada pemerintah Tiongkok karena gagal membayar hutang kepada Tiongkok yang berat.

Media asing berkomentar bahwa ini adalah contoh bagaimana Tiongkok komunis menabur dana di luar negeri dalam upaya menerapkan imperialisme.

Profesor Brahma Chellaney, seorang gurubesar di Pusat Penelitian Kebijakan New Delhi menyajikan sebuah tulisan yang dimuat media ‘Japan Times’, ia menulis : Pinjaman yang diberikan oleh Tiongkok berbeda dengan IMF dan Bank Dunia, Tiongkok hanya memberikan pinjaman untuk diinvestasikan pada proyek-proyek dan aset alam yang memiliki nilai  strategis dan jangka panjang. Misalnya, pelabuhan laut Hambantota yang terletak di jalur perdagangan Samudera Hindia dan menghubungkan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

Penampakan fasilitas pelabuhan di Hambantota di Sri Lanka, pada 10 Februari 2015. (Lakruwan Wanniarachchi / AFP / Getty Images)

Manfaat tidak akan dibagikan kepada perusahaan asing

Intinya, hanya perusahaan Tiongkok yang mendapat keuntungan dari proyek-proyek OBOR, dan perusahaan asing hampir tidak kebagian keuntungan dari pembangunan infrastruktur.

‘Financial Times’ melaporkan, Inisiatip OBOR yang melibatkan 34 negara Asia dan Eropa menurut kajian Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington, perusahaan-perusahaan kontraktor yang terlibat proyek OBOR itu 89 % adalah perusahaan asal Tiongkok dan hanya 11 % yang berasal dari negara lain.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Strategis Internasional menunjukkan, ada ketidakkonsistenan besar yang terjadi antara ucapan dan perbuatan pemerintah Tiongkok.

Jonathan Hillman, Direktur Reconnecting Asia Project CSIS mengatakan : “Meskipun pidato resmi mengatakan OBOR bersifat terbuka bagi perusahaan untuk berpartisipasi, tetapi mereka tetap saja berfokus pada kepentingan perusahaan Tiongkok komunis.” (Sinatra/asr)

Video Rekomendasi :

The post Keuangan Mega Proyek OBOR Tiongkok “Kritis”, Hutang Negara Peserta Menumpuk! Fakta-fakta Ini Terjadi appeared first on Erabaru.

Klik Jempol Di atas yaa… Otomatis Berteman dgn Saya….
dan TOLONG Bantu Bagikan ke Facebook ……

You may be interested

Setelah 18 Tahun Berpisah, Simpanse Ini Memiliki Perasaan yang Emosional Saat Bertemu Lagi dengan Wanita yang Menyelamatkannya dari Kematian. Bagikan …..
Terkini
2 views
Terkini
2 views

Setelah 18 Tahun Berpisah, Simpanse Ini Memiliki Perasaan yang Emosional Saat Bertemu Lagi dengan Wanita yang Menyelamatkannya dari Kematian. Bagikan …..

malaysia - 24 April 2018

Erabaru.net. Semua hewan berhak mendapatkan hak mereka untuk diperlakukan dengan hormat karena mereka juga memiliki perasaan dan pikiran. Tidak ada…

Jika Anda Menemui Kesulitan, Belajarlah darinya, Agar Anda Tahu Apa Itu Hidup Kembali dari Jurang Maut. Bagikan …..
Terkini
3 views
Terkini
3 views

Jika Anda Menemui Kesulitan, Belajarlah darinya, Agar Anda Tahu Apa Itu Hidup Kembali dari Jurang Maut. Bagikan …..

malaysia - 24 April 2018

Erabaru.net. Kesulitan adalah ibarat sebuah batu yang keras, namun, bagi sosok orang yang tegar dia adalah batu loncatan, sementara bagi…

Cesur, Kisah Mengharukan Seekor Anjing. Bagikan …..
Terkini
5 views
Terkini
5 views

Cesur, Kisah Mengharukan Seekor Anjing. Bagikan …..

malaysia - 24 April 2018

Erabaru.net. Anjing bernama Cesur kehilangan pemiliknya, Januari 2017. Pemiliknya bernama Mehmet Ilhan, 79 tahun, menderita lumpuh selama bertahun-tahun akibat sakit.…

Leave a Comment

Your email address will not be published.